oleh

PT TIMAH Dukung Pencegahan Stunting di Belitung Timur, Bangun Jamban Sehat bagi Keluarga Berisiko

banner 468x60

BELITUNG TIMUR MIOnline.klick — Upaya mencegah dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Belitung Timur terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya melalui dukungan PT TIMAH (Persero) Tbk sebagai mitra program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Belitung Timur.

Salah satu dukungan PT TIMAH dalam pencegahan stunting di Belitung Timur ialah dengan pembangunan jamban sehat yang merupakan fasilitas sanitasi kepada dua sasaran penerima manfaat yang merupakan keluarga berisiko stunting di Desa Burung Mandi, Kabupaten Belitung Timur.

Kepala DPMDPPKB Kabupaten Belitung Timur, Melta Indah Nurhayati, mengatakan PT TIMAH menjadi salah satu mitra yang aktif mendukung pelaksanaan program Genting di daerah tersebut.

“Seperti mitra Genting lainnya, PT TIMAH aktif sebagai mitra yang mendukung program Genting, baik dalam bentuk bantuan nutrisi maupun non-nutrisi,” kata Melta, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk mendukung upaya pencegahan serta penurunan stunting di Belitung Timur.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Advokasi, Penggerakan dan Informasi DPMDPPKB Kabupaten Belitung Timur, Budiman, menjelaskan bantuan pembangunan jamban sehat kali ini diberikan kepada dua sasaran penerima manfaat di Desa Burung Mandi.

Kedua penerima manfaat tersebut merupakan keluarga yang masuk dalam kategori berisiko stunting dan belum memiliki fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang layak.

“Pembangunan jamban sehat ini diberikan kepada dua sasaran penerima manfaat di Desa Burung Mandi. Salah satunya merupakan keluarga yang memiliki balita dan masuk dalam kategori keluarga berisiko stunting, serta belum memiliki MCK,” jelas Budiman.

Ia menjelaskan, program Genting menyasar keluarga yang memiliki risiko stunting, khususnya ibu hamil, bayi di bawah dua tahun (baduta), serta ibu menyusui. Intervensi yang diberikan dapat berupa bantuan rumah layak huni, sanitasi termasuk jamban sehat, bantuan nutrisi, hingga dukungan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Budiman menyebut penanganan stunting membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi dengan berbagai unsur melalui pendekatan pentahelix, termasuk perusahaan, perguruan tinggi, masyarakat dan pihak lainnya.

Menurutnya, dukungan dari perusahaan melalui program tanggung jawab sosial dapat membantu memperluas jangkauan intervensi di tengah keterbatasan program pemerintah.

“Kalau kita hanya menunggu program pemerintah, tentu ada keterbatasan. Karena itu, semangat gotong royong melalui kolaborasi seperti ini menjadi hal yang positif dalam upaya mencegah stunting di Belitung Timur,” katanya.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak keluarga yang membutuhkan dapat memperoleh dukungan, khususnya keluarga yang memiliki ibu hamil dan baduta.

Dengan adanya akses sanitasi yang lebih layak, diharapkan lingkungan tempat tinggal keluarga penerima manfaat menjadi lebih sehat. Intervensi ini juga diharapkan berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi dan berbagai program pendukung lainnya dalam upaya menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera. (Red/adm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *