oleh

Bos Awo Bantah Keterlibatan Aksi Almaster Babel, Isu “Ditunggangi Bos Timah” Dibantah Keras

-Berita-22 Dilihat
banner 468x60

PANGKALPINANG MIOnline.klick — Aliansi Masyarakat Terdzolimi Bangka Belitung (Almaster) berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (10/9/2026).

Aksi tersebut mengatasnamakan masyarakat Bangka Belitung dan disebut berkaitan dengan sejumlah persoalan pertambangan di daerah, termasuk menyangkut kewenangan serta langkah satuan tugas (Satgas) dalam menangani persoalan pertambangan di Bangka Belitung.

Namun, menjelang aksi berlangsung, muncul isu yang mengaitkan kegiatan tersebut dengan sejumlah pihak yang disebut-sebut memiliki kepentingan dalam bisnis pertimahan. Salah satu nama yang ikut dikaitkan adalah seorang pengusaha timah yang dikenal dengan panggilan Bos Awo.

Menanggapi isu tersebut, Bos Awo secara tegas membantah adanya keterlibatan dirinya maupun kedekatan dengan Almaster Babel.

“Kemarin la ada klarifikasi, Bang, bahwa ku dak de kedekatan agik kek Almaster,” ungkap Bos Awo saat dikonfirmasi media ini.

Ia kembali menegaskan bahwa seluruh aktivitas maupun langkah yang dilakukan Almaster Babel tidak memiliki hubungan dengan dirinya.

“Karna dak de kedekatan, Semua tindak tanduk Almaster Babel dak de hubungan e kek ku, Bang,” tegas Awo.

Pernyataan tersebut sekaligus membantah tudingan yang mengaitkan dirinya dengan rencana aksi Almaster Babel, baik sebagai pihak yang terlibat maupun sebagai pihak yang memiliki kepentingan di balik kegiatan tersebut.

Di sisi lain, Guru Nasir selaku pihak yang disebut mewakili Almaster juga secara tegas membantah adanya campur tangan pihak luar dalam aksi yang mereka lakukan.

Menurutnya, aksi tersebut murni merupakan aspirasi masyarakat dan tidak digerakkan ataupun dibiayai oleh pengusaha pertambangan, kolektor timah maupun kelompok tertentu.

“Kami tegaskan dengan tegas tidak ada bos kolektor timah, tidak ada pihak pengusaha, tidak ada kepentingan kelompok tertentu, dan sama sekali tidak ada kaitan yang mendanai atau menggerakkan aksi kami,” ujar Guru Nasir, dikutip dari sejumlah media online.

Guru Nasir juga meminta masyarakat Bangka Belitung tidak mudah mempercayai informasi yang menyebut aksi Almaster Babel telah ditunggangi atau didanai oleh aktor tertentu yang memiliki kepentingan dalam persoalan pertambangan.

Ia menegaskan bahwa aksi tersebut harus dilihat sebagai penyampaian aspirasi masyarakat terhadap persoalan yang dinilai perlu mendapatkan perhatian pemerintah dan DPRD Babel.

Dengan adanya bantahan dari kedua pihak tersebut, isu mengenai dugaan keterlibatan Bos Awo maupun pihak lain dalam aksi Almaster Babel hingga kini masih sebatas informasi atau tudingan yang beredar dan telah dibantah oleh pihak-pihak yang disebut.

Masyarakat pun diharapkan dapat menyikapi informasi tersebut secara kritis serta tidak mengambil kesimpulan sebelum terdapat bukti maupun keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, perhatian publik kini tertuju pada pelaksanaan aksi Almaster Babel di DPRD Babel. Selain menyampaikan aspirasi terkait persoalan pertambangan, massa aksi diharapkan dapat menjelaskan secara terbuka tuntutan serta dasar persoalan yang menjadi alasan mereka turun ke jalan.

Publik juga menunggu respons DPRD Babel maupun pihak terkait terhadap berbagai aspirasi yang disampaikan dalam aksi tersebut, khususnya menyangkut kewenangan penanganan aktivitas pertambangan di Bangka Belitung. (Red/adm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *