oleh

Mengaku Serma TNI AD, Bermodal Buku Saku Prajurit, Pria Bernama Yudi Pangestu Tipu Sejumlah Konter Hp di Pangkalpinang

-Berita-163 Dilihat
banner 468x60

PANGKALPINANG, MIOnline.klick — Dugaan penipuan dengan modus mengaku sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) mulai menjadi perhatian masyarakat di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Senin (28/09/2026)

Seorang pria yang disebut bernama Yudi Pangestu, warga yang disebut-sebut berasal dari Belinyu, diduga mengaku sebagai anggota TNI AD dengan pangkat Sersan Mayor (Serma). Dalam menjalankan aksinya, pria tersebut disebut menggunakan sebuah buku saku petunjuk praktis prajurit TNI AD sebagai salah satu sarana untuk meyakinkan calon korban.

Informasi mengenai dugaan tersebut beredar di masyarakat setelah salah seorang korban menyampaikan pengalamannya melalui media sosial. Salah satu lokasi yang disebut menjadi tempat kejadian berada di sebuah konter telepon seluler di kawasan depan Aspol Pangkalpinang.

Dalam unggahan tersebut, korban memperingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap pria yang disebut mengaku sebagai anggota TNI.

«“Assalamualaikum spradik, siapa tahu ketemu budak ni info seperadik. Ok die ni transfer dak bayar, ngaku anggota TNI, entah benar dak e yang tahu. Info spradik ok. Terima kasih. Lokasi depan Aspol kejadiannya,” ungkap sumber dalam unggahan media sosialnya.»

Dok: Penggunaan Identitas yang diduga palsu yang digunakan oleh tersangka untuk menakuti korbannya.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, modus yang diduga digunakan tidak hanya terjadi pada satu lokasi. Pria tersebut disebut mendatangi sejumlah tempat dan memperkenalkan dirinya sebagai anggota TNI AD.

Identitas serta status pria tersebut sebagai anggota TNI AD hingga kini belum dapat dipastikan secara independen. Demikian pula dengan jumlah korban maupun nilai kerugian yang ditimbulkan masih memerlukan pendalaman dan verifikasi lebih lanjut, menurut keterangan conter handphone wilayah Aspol mengalami kerugian 500 ribu per sekali transaksi.

Seorang sumber lainnya mengimbau masyarakat yang merasa pernah mengalami kejadian serupa agar segera melaporkannya kepada aparat kewilayahan terdekat.

«“Men pacak dilaporkan ke Koramil atau Kodim terdekat, paradik. Jangan sampai banyak korban agik yang tertipu kek beliau,” ungkap sumber tersebut.»

Munculnya dugaan tersebut menjadi perhatian karena penggunaan identitas dan atribut yang mengatasnamakan institusi TNI, apabila terbukti dilakukan oleh orang yang bukan anggota TNI, berpotensi menimbulkan keresahan sekaligus merugikan masyarakat.

Selain merugikan korban secara materi, penggunaan identitas institusi negara secara tidak sah juga berpotensi mencoreng nama baik institusi apabila dilakukan dengan modus mengaku sebagai prajurit.

Masyarakat pun meminta aparat terkait melakukan verifikasi terhadap identitas dan status pria yang disebut bernama Yudi Pangestu tersebut, termasuk memastikan apakah yang bersangkutan benar merupakan anggota TNI AD atau justru menggunakan identitas institusi untuk kepentingan pribadi.

Media ini juga akan melakukan konfirmasi kepada Komandan Kodim (Dandim) terkait guna memastikan kebenaran informasi mengenai identitas, pangkat, serta status keanggotaan pria tersebut.

Apabila yang bersangkutan bukan anggota TNI AD, masyarakat berharap aparat dapat mengambil langkah sesuai ketentuan hukum terhadap dugaan penggunaan identitas institusi dalam aksi penipuan.

Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai dugaan penipuan tersebut masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait. (Red/Adm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *