oleh

Panic Buying Picu Antrean Panjang di SPBU Pangkalpinang, Pemprov Babel Sidak dan Pastikan Stok BBM Aman

-Berita-38 Dilihat
banner 468x60

PANGKALPINANG MIOnline.Klick — Antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pangkalpinang, Jumat (6/3/2026). Kondisi ini memicu kekhawatiran di tengah masyarakat terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite dan Pertamax.

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Babel langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU di Kota Pangkalpinang.

Beberapa SPBU yang menjadi lokasi sidak di antaranya SPBU Opas, SPBU Selindung, SPBU Pangkalbalam dan SPBU Bangka City. Dari hasil pemantauan di lapangan, petugas menemukan antrean panjang kendaraan yang mengular di hampir seluruh SPBU tersebut.

Petugas menduga lonjakan antrean tersebut dipicu oleh fenomena panic buying yang dilakukan masyarakat setelah muncul kabar konflik bersenjata antara Iran dan Israel yang memicu kekhawatiran akan dampak terhadap pasokan energi global.

Dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media, pihak pemerintah provinsi menilai kondisi antrean bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan BBM, melainkan meningkatnya volume pembelian masyarakat dalam waktu bersamaan.

“Dari hasil inspeksi di lapangan memang terlihat antrean panjang di beberapa SPBU. Namun setelah kami cek, stok BBM masih tersedia dan distribusi dari Pertamina masih berjalan normal,” ujar salah satu pejabat yang ikut dalam sidak tersebut.

Pihak Pertamina sendiri sebelumnya telah memastikan bahwa stok BBM di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam kondisi aman. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Pangkalpinang, pasokan BBM ke setiap SPBU disebut berkisar antara 16 hingga 24 kiloliter per hari.

Dengan jumlah suplai tersebut, pemerintah menilai kebutuhan masyarakat seharusnya masih dapat terpenuhi apabila tidak terjadi pembelian secara berlebihan.

“Jika masyarakat membeli sesuai kebutuhan normal, sebenarnya stok yang ada masih sangat cukup. Karena distribusi BBM ke SPBU tetap dilakukan setiap hari,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga mengingatkan bahwa aksi panic buying justru berpotensi memperparah situasi di lapangan. Selain menyebabkan antrean panjang, kondisi tersebut juga bisa menimbulkan kekhawatiran baru di tengah masyarakat seolah-olah terjadi kelangkaan BBM.

Selain itu, pemerintah juga mewaspadai potensi penimbunan BBM oleh oknum tertentu yang memanfaatkan situasi kepanikan masyarakat untuk kepentingan pribadi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, tim gabungan dari Satpol PP dan Disperindag Provinsi Babel akan terus melakukan pemantauan langsung di sejumlah SPBU di wilayah Pangkalpinang.

Langkah pengawasan ini dilakukan guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar, stok tetap aman, serta mencegah praktik penimbunan atau penyalahgunaan distribusi BBM.

“Kami akan terus melakukan pemantauan ke SPBU-SPBU agar distribusi berjalan normal dan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk melakukan penimbunan,” tegasnya.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang dapat memicu kepanikan.

“Masyarakat tidak perlu melakukan panic buying. Belilah BBM sesuai kebutuhan saja, karena stok yang disuplai Pertamina ke Bangka Belitung dalam kondisi aman,” imbau pihak pemerintah.

Dengan pengawasan yang terus dilakukan serta distribusi yang tetap berjalan normal, pemerintah berharap situasi antrean di SPBU Kota Pangkalpinang dapat segera kembali kondusif dalam waktu dekat. (Red/adm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *