BANGKA BARAT, MIOnline.klick – Dugaan praktik penyelundupan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar ilegal kembali mencuat di wilayah Kabupaten Bangka Barat. Tim investigasi media menemukan sebuah dermaga yang diduga digunakan sebagai lokasi bongkar muat solar ilegal di wilayah Desa Tanjung Niur, Kecamatan Tempilang. Senin (22/06/2026)
Lokasi dermaga yang disebut warga sebagai “dermaga siluman” tersebut terpantau berada di sekitar titik koordinat -2.074738, 105.567442. Posisinya yang relatif tersembunyi dan berada di dekat aliran sungai menuju perairan pesisir diduga menjadi alasan lokasi tersebut dipilih sebagai tempat aktivitas keluar masuk BBM ilegal.
Saat melakukan penelusuran di lapangan, tim investigasi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyimpanan BBM ilegal. Di lokasi terlihat beberapa jeriken yang masih berisi sisa solar serta dua unit tandon air berwarna oranye berukuran besar yang diduga digunakan sebagai tempat penampungan sementara sebelum BBM didistribusikan.
Menurut keterangan narasumber yang berada di sekitar lokasi, lahan yang digunakan sebagai area bongkar muat tersebut merupakan kebun sawit milik seorang pengusaha lokal berinisial H. Harun. Lokasi kebun disebut berada tidak jauh dari aliran sungai yang terhubung ke kawasan pelabuhan pengangkutan kayu arang kelapa di Kabupaten Bangka Barat.
“Lahan itu kebun sawit milik Pak Haji Harun. Setahu kami beliau juga punya usaha walet dan beberapa gedung walet di daerah Maras,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Informasi lain yang diperoleh tim menyebutkan aktivitas bongkar muat BBM diduga dilakukan pada waktu-waktu tertentu untuk menghindari pantauan masyarakat, yakni pada tengah malam hingga dini hari.
“Biasanya pengambilan solar dilakukan malam sampai subuh. Yang datang beberapa mobil warna biru putih mirip kendaraan Pertamina,” ujar sumber lainnya.
Lebih lanjut, muncul pula dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas tersebut. Salah seorang warga menyebut dermaga tersebut diduga dikendalikan oleh seorang oknum anggota makanya aman.

Dok: Lokasi dermaga siluman yang di gunakan untuk menyuplai solar ilegal sekala besar.
“Kalau tidak salah itu punya oknum Anggota pak. Orang sini banyak yang tahu,” kata sumber kepada tim investigasi.
Oleh karena itu, tim media ini masih terus melakukan penelusuran dan pendalaman terhadap berbagai informasi yang diperoleh.
Maraknya dugaan aktivitas penyelundupan solar ilegal melalui jalur laut tersebut menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas pengawasan di wilayah perairan Bangka Barat. Apalagi lokasi yang disebut-sebut sebagai dermaga siluman tersebut diduga telah beroperasi dalam kurun waktu tertentu tanpa adanya tindakan penegakan hukum yang terlihat.
Saat dikonfirmasi terkait temuan dugaan aktivitas bongkar muat solar ilegal di dermaga yang berada di wilayah Desa Tanjung Niur, Kecamatan Tempilang, Kapolsek Tempilang, Ipda M. Deni Irawan, S.H., memberikan respons singkat.
“Terima kasih infonya, Bang. Akan segera ditindaklanjuti,” ujar Kapolsek Tempilang kepada media ini saat dimintai tanggapan.
Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari berbagai pihak terkait, termasuk Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, serta Kasat Polairud Polres Bangka Barat Iptu Yudi Lasmono.
Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan atau memiliki klarifikasi atas informasi yang dimuat dalam pemberitaan ini, media membuka ruang hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (Red/adm)


















Komentar