PANGKALPINANG MIOnline.klick — Siang yang semula berjalan normal di persimpangan lampu merah Air Itam, Kota Pangkalpinang, berubah menjadi tragedi berdarah pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 11.35 WIB. Dalam sekejap, satu keluarga hancur, dua orang tewas, satu anak kini kritis.
Kecelakaan maut ini melibatkan truk bermuatan dan sepeda motor yang ditumpangi ayah, ibu, dan seorang anak. Dugaan awal mengarah pada kelalaian fatal pengemudi truk yang nekat menerobos lampu merah di persimpangan padat tersebut.
Fakta baru terungkap dari video dashcam yang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat sebuah truk berwarna kuning melaju dengan kecepatan tinggi, diduga sengaja “mengejar lampu” sebelum akhirnya menerobos lampu merah.
Dalam hitungan detik, tabrakan tak terhindarkan. Sepeda motor yang membawa satu keluarga, yang melintas dengan asumsi jalur aman, langsung dihantam keras hingga terseret beberapa meter.
Dentuman keras dan jeritan warga memecah suasana siang. Lokasi kejadian seketika berubah mencekam. Tubuh para korban terkapar di jalan, sebagian bahkan terjepit di bagian depan truk.
Warga sekitar berupaya memberikan pertolongan meski dalam kondisi panik. Namun nahas, dua korban dewasa, pasangan suami istri, dinyatakan meninggal dunia di tempat.
Kondisi sang ayah dilaporkan sangat mengenaskan akibat benturan hebat, sementara sang ibu tak dapat diselamatkan meski sempat mendapatkan pertolongan awal.
Satu-satunya yang selamat adalah anak mereka, namun dalam kondisi kritis. Korban mengalami luka serius di bagian kepala dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Beredarnya video dashcam tersebut memicu gelombang kemarahan publik. Banyak warganet mengecam keras dugaan aksi ugal-ugalan sopir truk yang dinilai mengabaikan keselamatan demi melaju cepat.
Aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan kendaraan yang terlibat. Sejumlah saksi mata turut dimintai keterangan guna mengungkap kronologi pasti insiden tersebut.
Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat lumpuh total akibat kejadian ini. Kemacetan panjang tak terhindarkan, diperparah oleh pengendara yang memperlambat laju untuk melihat kejadian.
Polisi mengingatkan keras seluruh pengguna jalan agar tidak mengabaikan rambu lalu lintas. Satu keputusan ceroboh di jalan raya, tegas mereka, bisa berujung pada hilangnya nyawa.
Kini, dua nyawa telah melayang, meninggalkan duka mendalam. Seorang anak harus menghadapi kenyataan pahit, kehilangan kedua orang tuanya sekaligus berjuang melawan luka dan trauma.
Tragedi Air Itam ini menjadi pengingat keras: di jalan raya, kesalahan sepersekian detik bisa menghancurkan kehidupan selamanya. (Red/adm)


















Komentar