oleh

Pasca Penangkapan Dua Kolektor Timah : Dayat Menghilang Gudang Bos Liku Terpantau Sepi

banner 468x60

BANGKA BARAT MIOnline.Klick — Penangkapan dua kolektor pasir timah ilegal, Aldi Lesmana (28) dan Aries (41), oleh Polres Bangka Barat pada Jumat malam (5/12/2025) terus menyisakan tanda tanya besar di tengah masyarakat pesisir.

Informasi yang beredar Pasca penangkapan tersebut, sosok yang selama ini kerap disebut warga sebagai pengendali jaringan timah ilegal di kawasan Keranggan–Tembelok, yakni Bos Dayat, diisukan kabur dan menyembunyikan diri dari pantauan awak media maupun pengawasan sosial masyarakat.

Menurut informasi dari sejumlah sumber menyebutkan, Bos Dayat diduga merupakan atasan langsung dari Aldi dan Aries dalam rantai distribusi pasir timah ilegal. Keduanya disebut hanya berperan sebagai pengumpul barang di lapangan yang menyalurkan pasir timah dari ponton-ponton ilegal menuju titik-titik penampungan.

Sejak penangkapan dua anak buahnya itu, keberadaan Bos Dayat disebut menghilang.

Informasi yang di dapatkan dilapangan  kolektor dayat berafiliasi dengan bos besar Liku nama yang telah starter di dunia pertimahan di Bangka barat.

Informasinya Bos Dayat disokong oleh Sosok Bos Liku Nama tersebut sudah tidak asing dilapangan karena beliau bukan pemain baru di dunia pertimahan beliau adalah sosok kunci sebagai penadah dan pemain lama yang berpengalaman di bidang pertambangan kerangan tembelok. Ungkap sumber.”

Untuk keberimbangan pemberitaan Beberapa awak Media yang berupaya melakukan konfirmasi mengaku tidak berhasil menemui atau menghubungi yang bersangkutan hingga Sabtu (13/12/2025).

Hingga berita ini diturunkan, Bos Dayat belum memberikan klarifikasi apa pun. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media selama sepekan terakhir tidak mendapatkan respons, baik secara langsung maupun melalui perantara.

Kondisi ini memperkuat dugaan warga bahwa penangkapan Aldi dan Aries belum menyentuh struktur utama jaringan tambang ilegal di wilayah tersebut. Masyarakat menilai, menghilangnya Dayat justru menegaskan bahwa aktor-aktor besar Bos Liku masih berada di luar jangkauan hukum.

“Yang ditangkap cuma anak buah Saja, Begitu anak buah kena, bosnya Dayat menghilang. Polanya selalu begitu,” ujar seorang nelayan tua di pesisir Mentok.

Sampai saat ini, Polres Bangka Barat belum menyampaikan penjelasan terbuka terkait hubungan struktural antara Dayat, Bos Liku dengan dua kolektor yang telah ditangkap, maupun langkah lanjutan untuk menelusuri dugaan peran pengendali di balik aktivitas ponton ilegal Keranggan–Tembelok.

Di tengah laut yang kian keruh dan kehidupan nelayan yang terus terdesak, masyarakat pesisir masih menunggu satu hal sederhana yaitu kejelasan. Apakah penegakan hukum akan berhenti pada penangkapan pelaku lapangan, atau berani menembus bayangan yang selama ini mengendalikan tambang ilegal dari balik layar. (Red/Radak 05)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *