oleh

Subuh Keliling, Wakapolda Murry Ajak Masyarakat Perangi Judi Online dan Narkoba, Kepercayaan Publik Jadi Kunci

-Berita-28 Dilihat
banner 468x60

BANGKA BELITUNG, MIOnline.klick — Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Keterlibatan keluarga, kepedulian lingkungan, serta kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian menjadi faktor penting dalam mencegah kejahatan sejak dini. Sabtu (17/10/2026)

Pesan tersebut disampaikan Murry dalam kegiatan Subuh Keliling. Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak memandang persoalan judi online dan penyalahgunaan narkoba sebagai masalah sepele. Kedua persoalan tersebut dinilai berpotensi merusak masa depan generasi muda sekaligus memicu berbagai persoalan sosial hingga tindak kriminalitas.

Menurutnya, pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat. Keluarga memiliki peran penting dalam mengawasi dan membimbing anggota keluarga, sedangkan masyarakat diharapkan meningkatkan kepedulian terhadap berbagai potensi gangguan keamanan di sekitarnya.

Murry menegaskan, tanggung jawab menciptakan situasi yang aman dan kondusif bukan semata-mata berada di pundak kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Masalah Kamtibmas bukan hanya sekadar tugas kepolisian, melainkan tugas kita bersama. Kami mengajak masyarakat untuk bahu-membahu memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba dan mencegah tindak kejahatan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Dok : Wakapolda babel Murry Ajak Bangun Kepedulian, Perkuat Sinergi Polisi dan Warga.

Murry juga mengajak masyarakat untuk tidak bersikap acuh terhadap kondisi lingkungan. Komunikasi yang terbuka antara warga dan kepolisian dinilai penting agar potensi gangguan keamanan dapat diketahui lebih awal dan ditangani secara tepat.

Menurutnya, hubungan yang baik antara polisi dan masyarakat bukan hanya diperlukan ketika terjadi tindak kejahatan. Kemitraan tersebut harus dibangun secara berkelanjutan melalui komunikasi, silaturahmi, serta kesediaan polisi untuk mendengarkan aspirasi dan persoalan yang dihadapi warga.

Pendekatan inilah yang menjadi salah satu tujuan kegiatan Subuh Keliling, yakni mendekatkan kepolisian dengan masyarakat melalui ruang komunikasi yang lebih terbuka dan humanis.

Kegiatan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya Polda Kepulauan Bangka Belitung dalam mendukung Program Prioritas 100 Hari Kapolri melalui pendekatan yang mengedepankan kedekatan dan pelayanan kepada masyarakat.

Selain Subuh Keliling, pendekatan serupa juga dilakukan melalui kegiatan Jumat Keliling. Sementara itu, kegiatan Minggu Kasih di gereja direncanakan menjadi sarana mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat lintas agama.

Melalui kegiatan tersebut, jajaran kepolisian diharapkan tidak hanya hadir ketika melakukan penindakan atau penegakan hukum, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang baik, menyerap aspirasi, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Polisi Diharapkan Hadir dengan Ketulusan, Bukan Sekadar Kewenangan

Dalam arahannya, Murry mengingatkan bahwa keberhasilan kepolisian tidak hanya diukur dari penindakan terhadap pelaku kejahatan, tetapi juga dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Ia menekankan pentingnya membangun hubungan yang dilandasi rasa saling percaya. Menurutnya, masyarakat seharusnya menghormati kepolisian karena integritas, ketulusan pengabdian, dan kualitas pelayanan yang diberikan, bukan semata-mata karena kewenangan yang dimiliki aparat.

“Kami ingin Polri dicintai bukan karena kewenangannya, melainkan karena ketulusan pengabdiannya. Kami ingin masyarakat menghormati polisi bukan karena rasa takut, tetapi karena percaya,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Penegakan hukum tetap menjadi bagian utama dalam menjaga keamanan, tetapi upaya pencegahan, pelayanan, dan kedekatan dengan masyarakat juga tidak boleh diabaikan.

Kepercayaan publik menjadi modal penting bagi kepolisian dalam menjalankan tugas. Ketika masyarakat merasa terlindungi dan memiliki kepercayaan terhadap aparat, komunikasi serta kerja sama dalam mengantisipasi berbagai potensi kejahatan diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

Pada akhirnya, pemberantasan judi online, pencegahan penyalahgunaan narkoba, dan pemeliharaan kamtibmas membutuhkan komitmen bersama. Kepolisian, keluarga, dan masyarakat perlu mengambil peran sesuai tanggung jawab masing-masing agar lingkungan tetap aman dan generasi muda terlindungi dari berbagai ancaman sosial.

Melalui Subuh Keliling dan kegiatan serupa, Polda Babel berupaya memperkuat kedekatan dengan masyarakat. Tantangan berikutnya adalah memastikan pendekatan tersebut berjalan konsisten dan dirasakan manfaatnya secara nyata oleh warga. (Red/adm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *