oleh

Dari Balik Jeruji, Devano Alias Badak Diduga Kuat Masih Punya Kendali Jaringan Narkoba di Wilayah Bangka

-Berita-47 Dilihat
banner 468x60

PANGKALPINANG, MIOnline.klick — Dinding kokoh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tuatunu, Pangkalpinang, ternyata tidak cukup rapat untuk meredam aroma hak istimewa para warga binaan.

Adanya akses komunikasi melalui telepon seluler oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tuatunu Pangkalpinang kembali menjadi perhatian. Rabu (09/09/2026)

Sorotan tersebut mencuat setelah beredar sebuah video yang memperlihatkan dugaan penggunaan fasilitas komunikasi oleh seorang WBP, disertai informasi mengenai nomor telepon yang diduga berkaitan dengan aktivitas komunikasi tersebut.

Di saat ratusan narapidana berdesakan di sel yang pengap seorang narapidana kasus narkotika dengan vonis lebih dari tujuh tahun penjara justru kedapatan menikmati hidup dengan fasilitas yang sangat mustahil dimiliki oleh seorang pesakitan biasa.

Kamar tempatnya mendekam, yang diidentifikasi berada di blok Karantina kamar nomor 3 bersama mantan Anggota Polres Bangka yaitu Agri, terlihat jauh lebih lengang dan rapi dibanding standar sel Lapas pada umumnya.

Pola hidup istimewa ini mempertegas dugaan adanya praktik tebang pilih dan transaksi ruang di dalam Lapas Tuatunu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber internal di wilayah Bangka terutama Sungailiat, Badak dan Agri bukan sekadar narapidana biasa Ia ditengarai telah mencengkeram pengaruh kuat hingga didaulat dugaan sebagai “penguasa” yang mengendalikan bisnis Haram nya seluruh aktivitasnya terutama di wilayah Bangka.

“Semua dikendalikan oleh dia (Badak dan Agri) mulai dari jalur distribusi barang, hingga siapa saja yang bisa mendapatkan keamanan internal,” ibarat kata sekarang lagi naik daun, ungkap seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keselamatan, Selasa lalu.

Bobroknya penegakan aturan di dalam Lapas ini kian benderang karena Badak dan Agri, kini justru diberi fasilitas HP dan menguasai satu blok di penjara lain bagaimana kita bisa percaya ada pembinaan di dalam sana jika pengawasannya sekonyol ini. tegas seorang pengamat hukum pidana,” saat dimintai tanggapan mengenai temuan ini.

Materi video dan nomor telepon itu kemudian disampaikan kepada pihak Lapas Tuatunu untuk mendapatkan penelusuran dan klarifikasi.

Dok : Bukti SC Status whatsapp dari Hp Badak terkait peredaran narkoba dari dalam lapas tua tunu .

Humas Lapas Tuatunu, Kiki, menyatakan bahwa pihaknya telah meneruskan informasi tersebut kepada bagian pengamanan untuk ditindaklanjuti.

“Berita ini sudah kami teruskan ke pengamanan. Tindak lanjut dari kami, intinya kami telah mengambil tindakan. Terkait video dan nomor HP yang barusan Abang kirim, segera kami telusuri kembali. Terima kasih infonya,” ujar Kiki dalam keterangannya.

Penelusuran internal menjadi penting untuk memastikan siapa yang terlihat dalam video, dari mana perangkat komunikasi tersebut berasal, serta apakah penggunaan telepon seluler tersebut terjadi di dalam lingkungan Lapas Tuatunu.

Video Menjadi Titik Awal Penelusuran, Keberadaan video menjadi salah satu materi yang perlu diperiksa secara objektif.

Tidak hanya sebatas mengidentifikasi sosok yang berada dalam video, pihak Lapas juga perlu menelusuri pemilik hp, lokasi, perangkat yang digunakan, serta kemungkinan adanya komunikasi di dalam lapas.

Jika nantinya hasil pemeriksaan membuktikan adanya penggunaan telepon seluler secara ilegal oleh WBP, maka pertanyaan berikutnya adalah bagaimana perangkat tersebut dapat berada di dalam lingkungan lapas dan apakah terdapat celah dalam sistem pengawasan didalam lapas Kelas IIA Tuatunu Pangkalpinang.

Jangan sampai hukum kalah dengan Kekuatan Devano alias Badak yang masih memiliki pengaruh terhadap aktivitas narkotika di wilayah Bangka meski sedang menjalani hukuman.

Karena itu, apabila dari penelusuran video dan nomor telepon ditemukan indikasi komunikasi yang berkaitan dengan jaringan narkotika, informasi tersebut semestinya diteruskan kepada aparat penegak hukum untuk dilakukan pendalaman.

Publik Menunggu Hasil Penelusuran, Langkah kalapas Baru Tuatunu Febie Dwi Hartanto dalam mengambil sikap dalam menghadapi peredaran narkoba dari dalam lapas tua tunu Pangkalpinang.

Bagi publik, persoalan ini bukan sekadar mengenai keberadaan sebuah telepon seluler di dalam lapas. Jika benar terdapat akses komunikasi ilegal, maka yang perlu ditelusuri bagaimana perangkat itu bisa masuk dan siapa saja yang memungkinkan terjadinya pelanggaran pengamanan.

Tim 9 Jejak kasus akan terus memantau perkembangan penelusuran yang dilakukan pihak Lapas Tuatunu. (Red/Adm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *