oleh

Dugaan Oknum Polisi Terlibat Perampokan Balok Timah di Smelter PMP, Masyarakat Minta Kapolda Babel Bertindak Tegas dan Transparan

-Berita-231 Dilihat
banner 468x60

BANGKA MIOnline.klick — Aksi perampokan besar-besaran yang terjadi di Smelter PT Panca Mega Persada (PMP) kawasan Jelitik, Sungailiat, Kabupaten Bangka, terus menjadi perhatian publik Kepulauan Bangka Belitung. Peristiwa yang terjadi pada Senin (18/05/2026) pekan lalu itu menyita perhatian luas setelah ratusan balok timah dilaporkan raib digondol para pelaku.

Dalam pemberitaan yang beredar, aksi tersebut disebut dilakukan secara terorganisir oleh sekitar 10 orang pelaku, Para pelaku diduga lebih dahulu melumpuhkan dan menyekap petugas keamanan yang berjaga di area smelter sebelum membawa kabur timah batangan bernilai miliaran rupiah.

Dalam waktu kurang dari 24 jam, aparat gabungan berhasil meringkus 10 orang pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pembobolan tersebut.

Baca selengkapnya di:

Media Indonesia Online

https://mediaindonesiaonline.click/pers-dan-pemerintah-kota-perkuat-sinergitas-pjs-babel-sampaikan-kritik-konstruktif-ke-pemkot/

Ditengah berkembangnya kasus tersebut, muncul berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait proses pengungkapan perkara ini.

Pasalnya, berdasarkan informasi yang diterima pada saat Jumpa pers yang dilakukan oleh Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra, S.I.K., Aparat gabungan dari Buser Kelambit Polres Bangka, Satintelkam Polres Bangka, dan Jatanras Polda Kepulauan Bangka Belitung disebut baru mengamankan beberapa orang dalam proses penyelidikan tersebut dan tidak menerangkan adanya dugaan keterlibatan anggota kepolisian.

Di sisi lain, beredar informasi dari sumber A1 yang bisa dipertanggung jawabkan muncul dugaan keterlibatan tiga oknum Anggota Polri yang berdinas di Polda Bangka Belitung berinisial ID, Dnd, dan Alm yang kini dikabarkan turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif di Polres Bangka.

Informasi yang di dapat tim 9 jejak kasus ini memunculkan spekulasi dan polemik di tengah masyarakat karena nama-nama yang disebut tidak muncul dalam rilis resmi maupun pemberitaan lanjutan.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan tersebut. Karena itu, publik berharap aparat penegak hukum dapat memberikan klarifikasi terbuka agar tidak menimbulkan liar opini maupun asumsi di tengah masyarakat.

Kasus ini sendiri dinilai sangat serius mengingat nilai kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Timah batangan diketahui merupakan komoditas bernilai tinggi yang selama ini rawan menjadi target jaringan kriminal di Bangka Belitung.

Masyarakat pun mendesak agar proses penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa tebang pilih. Publik berharap siapa pun yang terlibat, baik pelaku lapangan maupun pihak lain yang diduga memiliki keterkaitan, dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Selain itu, desakan agar Kapolda Kepulauan Bangka Belitung membuka perkembangan penanganan perkara secara berkala juga terus menguat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian serta memastikan tidak ada pihak yang dilindungi dalam kasus yang menjadi sorotan luas tersebut. (Red/adm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *