oleh

Kolektor Timah “Toyib” Dikabarkan Sempat Diamankan Ditpolairud, Isu Pelepasan Jadi Sorotan

-Berita-91 Dilihat
banner 468x60

BANGKA BELITUNG MIOnline.klick — Informasi mengenai dugaan penangkapan salah satu kolektor atau penampung timah bernama Toyib oleh Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung mulai menjadi perhatian publik. Kabar tersebut mencuat setelah beredar informasi di lapangan bahwa Toyib sempat diamankan terkait aktivitas membeli hasil penambangan timah di kawasan Jadeh Bahrin dan sekitarnya. Senin (18/05/2026)

Namun hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi maupun catatan perkara tunggal yang terverifikasi secara terbuka terkait status hukum Toyib maupun alasan dugaan pelepasannya.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan yang dilakukan Tim 9 Jejak Kasus, sejumlah sumber membenarkan adanya penangkapan terhadap Toyib oleh aparat Gakkum Polairud Babel beberapa hari lalu.

“Memang benar bang, kemarin Toyib ditangkap perihal keterlibatannya sebagai kolektor di penambangan kawasan Jadeh Bahrin dan sekitarnya. Cuma menurut informasi, hari ini lah dilepas,” ungkap seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Meski demikian, sumber tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan pelepasan Toyib oleh pihak kepolisian.

“Terkait masalah pelepasan kolektor tu kami dak tau bang. Mungkin timah e diambil PT Timah cube lah abang tanya ke pihak Polairud bang,” tambahnya.

Isu dugaan pelepasan tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Dalam sejumlah kasus serupa, proses pelepasan seseorang yang sebelumnya diamankan aparat penegak hukum biasanya berkaitan dengan belum terpenuhinya alat bukti, proses pendalaman penyidikan, maupun langkah hukum lain seperti praperadilan atau perubahan status pemeriksaan.

Di sisi lain, investigasi Tim 9 Jejak Kasus juga menemukan adanya rumor yang menyeret nama salah satu anggota BPD Jadeh Bahrin, Salim. Ia disebut-sebut terlibat dalam aktivitas penambangan di wilayah tersebut dengan dugaan adanya pungutan biaya sebesar Rp2 juta per ponton.

Namun tudingan tersebut dibantah keras oleh Salim saat dikonfirmasi.

“Astaghfirullah, dak de dak de dak. Demi Allah, demi Rasulullah, kadang-kadang lucu kawan-kawan media ni. Saya tegaskan saya tidak tau menahu perihal hal tersebut,” tegas Salim.

Ia bahkan menegaskan dirinya termasuk pihak yang menolak aktivitas penambangan ilegal di wilayah tersebut.

“Ko benar-benar tidak terlibat dalam urusan tu. Ko termasuk orang yang garis keras menentang hal tersebut. Bila perlu kawan-kawan kroscek lah di masyarakat terkait keterlibatan ko di penambang tersebut,” ujarnya lagi.

Sebagai pejabat di tingkat desa, Salim juga menyatakan siap bertanggung jawab apabila nantinya ditemukan bukti keterlibatannya.

“Kalau memang ada bukti keterlibatan saya dalam penambangan itu, saya siap menghadap,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, Tim 9 Jejak Kasus masih terus melakukan upaya konfirmasi kepada pihak Kasubdit gakum Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Bim Rekoaji, terkait kebenaran informasi penangkapan dan dugaan pelepasan kolektor timah bernama Toyib tersebut. (Red/adm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *