oleh

Puluhan Ponton Diduga Ilegal Rambah Perairan Romodong hingga Teluk Limau, Warga Minta Kapolres Bangka Bertindak Tegas

-Berita-70 Dilihat
banner 468x60

BELINYU, MIOnline.klick – Aktivitas pertambangan timah di wilayah pesisir utara Pulau Bangka kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, puluhan Ponton Isap Produksi (PIP) diduga beroperasi secara ilegal di kawasan perairan Romodong, Pantai Penyusuk, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, yang berbatasan dengan wilayah Cupat, Kabupaten Bangka Barat, hingga perairan Teluk Limau, Sabtu (4/7/2026).

Berdasarkan pantauan tim awak media di lapangan, puluhan ponton terlihat melakukan aktivitas penambangan bijih timah di sejumlah titik perairan. Aktivitas tersebut diduga berlangsung di luar wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan disinyalir dilakukan dengan pola berpindah-pindah lokasi untuk menghindari pengawasan aparat penegak hukum.

Keberadaan ponton-ponton tersebut bahkan dilaporkan semakin mendekati bibir pantai. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena dinilai berpotensi merusak kawasan pesisir yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bangka.

Dok: Kamp atau posko penimbangan timah milik wilayah perairan pantai wisata romodong Belinyu Sungailiat.

Pantai Romodong dan Pantai Penyusuk selama bertahun-tahun dikenal memiliki panorama alam yang indah, pasir putih, serta menjadi tujuan wisata keluarga, pemancing, hingga wisatawan dari berbagai daerah di Bangka Belitung. Namun kini, sebagian masyarakat menilai keindahan kawasan tersebut mulai tergerus akibat maraknya aktivitas tambang yang diduga tidak memiliki legalitas.

Sebelumnya, saat masih menjabat sebagai Kapolres Bangka, AKBP Deddy Dwitiya Putra beberapa kali menyampaikan kepada media bahwa setiap informasi terkait dugaan aktivitas tambang ilegal akan ditindaklanjuti dan dilakukan pengecekan di lapangan.

Namun, berdasarkan hasil pemantauan awak media, aktivitas penambangan menggunakan Ponton Isap Produksi hingga kini masih terlihat berlangsung di sejumlah titik perairan Romodong, Penyusuk, Cupat, hingga Teluk Limau.

Salah seorang wisatawan asal Pangkalpinang yang ditemui di kawasan Pantai Romodong, sebut saja Yad, mengaku kecewa melihat kondisi pantai yang menurutnya sudah jauh berubah dibandingkan beberapa tahun lalu.

“Dulu pantai ini menjadi salah satu ikon wisata Belinyu. Kami sering datang bersama keluarga untuk menikmati pantai, memancing, dan berlibur. Sekarang kondisinya sangat berbeda. Banyak ponton beroperasi di sekitar pantai sehingga keindahan alamnya berkurang. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah dan aparat agar kawasan wisata ini tetap terjaga,” ungkapnya.

Dok: Satu unit kendaraan roda empat Toyota inova dengan Nopol BN 14xx Xx Diduga milik salah satu kordinator tambang.

Selain ponton yang beroperasi di laut, awak media juga menemukan banyak kendaraan keluar masuk kawasan pantai serta sejumlah posko kecil yang diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan. Temuan tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa aktivitas penambangan di kawasan tersebut berlangsung secara masif.

Kondisi tersebut memunculkan harapan masyarakat agar aparat penegak hukum mengambil langkah konkret terhadap dugaan aktivitas pertambangan ilegal yang terjadi di kawasan pesisir Belinyu.

Masyarakat berharap Kapolres Bangka yang saat ini dijabat AKBP Indra Feri Dalimunthe, S.H., S.I.K., M.H., dapat melakukan penertiban secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak Polres Bangka, instansi terkait, serta pihak-pihak yang diduga melakukan aktivitas penambangan di kawasan tersebut guna memperoleh penjelasan dan hak jawab sesuai prinsip keberimbangan pemberitaan. (Red/adm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *