oleh

Tambang Ilegal Menggila di Hutan Produksi Bangka Barat, Warga Minta Aparat Jangan Tutup Mata

-Berita-39 Dilihat
banner 468x60

PARITTIGA, MIOnline.Klick — Aktivitas tambang timah ilegal kembali mencuat di Kabupaten Bangka Barat. Kali ini, praktik penambangan tanpa izin diduga berlangsung di kawasan perkebunan sawit yang berada dalam wilayah Hutan Produksi di Jalan Dusun Jampan, Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga. Fenomena ini memantik keresahan masyarakat karena aktivitas tersebut dinilai tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi merusak lingkungan yang seharusnya berada dalam perlindungan regulasi kehutanan.

Informasi yang dihimpun TIM Investigasi Radakbabel.com, kegiatan tambang ilegal tersebut disebut-sebut semakin marak dalam beberapa waktu terakhir. Aktivitas dilakukan secara tertutup di area perkebunan sawit yang berada di dalam kawasan hutan produksi. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga terkait dampak kerusakan lahan, terganggunya ekosistem, hingga potensi pencemaran sumber air di sekitar lokasi.

Seorang warga setempat berinisial RY (56) menilai keberadaan tambang ilegal tersebut jelas melanggar aturan dan merusak kawasan sawit milik negara.

“Ini jelas pelanggaran. Pidananya juga jelas. Yang saya dengar dan lihat, ada oknum aparat penegak hukum yang membekingi, bahkan disebut-sebut punya tambang juga di sana,” ujar RY saat ditemui di sebuah warung kopi oleh tim Radakbabel.com.

Tak hanya itu, sejumlah warga lainnya menyebut aktivitas penambangan dilakukan secara sembunyi-sembunyi di dalam area perkebunan sawit yang berada di kawasan hutan produksi. Mereka khawatir kerusakan tanah dan vegetasi akan semakin meluas jika praktik ini terus dibiarkan tanpa penindakan.

Warga menilai, maraknya tambang ilegal di kawasan yang seharusnya dilindungi menunjukkan lemahnya pengawasan di lapangan. Jika tidak segera ditertibkan, aktivitas tersebut dikhawatirkan akan terus berkembang dan menimbulkan kerusakan lingkungan yang lebih besar.

Tokoh masyarakat setempat, TK, berharap aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan penelusuran dan penindakan terhadap pihak-pihak yang terlibat.

“Pemandangan tak lazim ini semoga segera dibersihkan. Ini bukan menutup rezeki orang, tapi ini pelanggaran. Masih banyak cara mencari nafkah tanpa harus di tempat yang salah. Saya juga masyarakat biasa,” ungkapnya.

Masyarakat mendesak pemerintah serta aparat penegak hukum untuk tidak menutup mata terhadap praktik yang dinilai merugikan negara sekaligus mengancam kelestarian lingkungan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu langkah tegas dari pihak berwenang guna memastikan kawasan hutan produksi tetap terlindungi dari aktivitas tambang ilegal yang kian meresahkan di wilayah Parittiga, Bangka Barat. (Red/adm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *