oleh

Dugaan Rekayasa Kadar Sn di PT Timah Gantung, Sn 28 hingga 58 Persen Disulap Jadi 75 Persen, HL, ACY, dan HEN Disorot

-Berita-282 Dilihat
banner 468x60

BELITUNG TIMUR, MIOnline.klick — Dugaan manipulasi kadar timah atau Stannum (Sn) dalam tata kelola kemitraan pertambangan PT Timah Tbk di wilayah Gantung, Kabupaten Belitung Timur, menjadi sorotan. Informasi yang dihimpun dari sumber lapangan mengindikasikan adanya dugaan penggelembungan hasil pengujian kadar Sn yang berpotensi memengaruhi perhitungan pembayaran jasa penambangan kepada mitra. Kamis (15/10/2026)

Dugaan tersebut perlu ditelusuri secara menyeluruh karena hasil pengujian kadar Sn merupakan salah satu aspek penting dalam menentukan kualitas material timah. Apabila benar terjadi manipulasi terhadap hasil pengujian, persoalannya tidak hanya menyangkut keakuratan data teknis, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan dalam tata kelola kemitraan dan pengawasan internal perusahaan.

Berdasarkan informasi dari sumber yang mengaku mengetahui aktivitas di lapangan, terdapat dugaan ketidaksesuaian antara kadar Sn sebenarnya dalam material pasir timah dan kadar yang tercatat dalam proses pengujian di stasiun pengumpul PT Timah Tbk wilayah Gantung.

Sumber tersebut menyebutkan tiga contoh kadar yang perlu ditelusuri, yakni material dengan kadar Sn 28 persen, 37 persen, dan 58 persen yang diduga sama-sama dicatat menjadi 75 persen.

Apabila informasi tersebut terbukti melalui pemeriksaan dokumen dan pengujian ulang secara independen, perbedaan angka tersebut dapat mengindikasikan adanya persoalan serius dalam proses pengujian, pencatatan, maupun pengawasan mutu material.

Karena itu, diperlukan penelusuran terhadap sampel material, metode pengujian, hasil analisis laboratorium, dan riwayat pencatatan kadar sebelum kesimpulan mengenai adanya manipulasi dapat ditetapkan.

Dalam skema kemitraan pertambangan, Nilai Imbal Usaha Jasa Penambangan (NIUJP) menjadi salah satu komponen yang perlu diperiksa untuk mengetahui bagaimana pembayaran kepada mitra dihitung sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk memastikan apakah dugaan penggelembungan kadar tersebut berdampak pada keuangan perusahaan, perlu ditelusuri formula pembayaran yang digunakan, ketentuan kontrak kemitraan, berat material yang diterima, hasil pengujian kadar, serta nilai pembayaran yang direalisasikan.

Apabila terdapat perbedaan antara kadar aktual dan kadar yang dijadikan dasar perhitungan pembayaran, auditor perlu menghitung apakah perbedaan tersebut menimbulkan kelebihan pembayaran atau kerugian finansial bagi perusahaan.

Dengan Demikian Bukti administratif, data laboratorium, dokumen penerimaan material, dan catatan transaksi menjadi bagian penting untuk mengungkap duduk persoalan secara objektif.

Dalam keterangannya, sumber lapangan turut menyebut sejumlah inisial yang diduga berkaitan dengan aktivitas pengumpulan atau kemitraan timah, yakni HL yang dikaitkan dengan sebutan (Belpus) atau Beltim Pusaka, serta ACY dan HEN.

Penelusuran juga perlu memastikan siapa yang memiliki kewenangan melakukan pengujian, siapa yang menyetujui hasil analisis, bagaimana prosedur pengawasan dijalankan, serta apakah terdapat penyimpangan dari standar operasional yang berlaku.

Sumber yang sama menyampaikan bahwa sebagian material yang dipersoalkan disebut masih berada di Kantor Unit Produksi PT Timah Tbk wilayah Gantung, sedangkan sebagian lainnya dikabarkan telah dibawa ke wilayah Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

Informasi mengenai keberadaan material tersebut masih memerlukan konfirmasi resmi dari PT Timah Tbk. Belum dapat dipastikan apakah seluruh material yang disebut berkaitan dengan dugaan penggelembungan kadar telah diidentifikasi, dipisahkan, atau diperiksa kembali oleh pihak perusahaan.

Jika benar material tersebut masih tersedia, pemeriksaan fisik dan pengambilan sampel yang disaksikan pihak berwenang dapat menjadi langkah penting untuk membandingkan kadar aktual dengan hasil pengujian sebelumnya.

Pencocokan antara nomor lot, berat material, dokumen penerimaan, hasil laboratorium, dan catatan perpindahan barang juga diperlukan agar proses penelusuran tidak berhenti pada dugaan semata.

Informasi yang diterima media ini menyebutkan persoalan tersebut masih dalam tahap upaya penelusuran atau penyelidikan. Namun, status penanganannya oleh institusi tertentu belum dapat dipastikan sehingga diperlukan keterangan resmi mengenai apakah telah ada pemeriksaan internal, audit, atau penyelidikan oleh aparat penegak hukum.

Media ini telah berupaya memperoleh konfirmasi dari Feriyandi selaku Kepala Unit PT Timah wilayah Belitung, yang wilayah operasionalnya mencakup Gantung, Belitung Timur.

Konfirmasi tersebut diperlukan untuk menjelaskan apakah perusahaan telah menerima laporan mengenai dugaan ketidaksesuaian kadar Sn, bagaimana prosedur pengujian dan verifikasi diterapkan, serta apakah telah dilakukan pemeriksaan terhadap material dan dokumen transaksi yang disebut sumber.

PT Timah juga perlu menjelaskan mekanisme pengawasan terhadap mitra, prosedur penanganan apabila ditemukan perbedaan hasil pengujian, dan langkah yang ditempuh untuk memastikan pembayaran kepada mitra sesuai dengan ketentuan.

Hingga berita ini disusun, keterangan resmi terkait substansi dugaan tersebut masih diperlukan. Media ini akan memperbarui pemberitaan setelah memperoleh tanggapan dan data yang dapat diverifikasi.

Dugaan penggelembungan kadar Sn ini menjadi alasan penting untuk memastikan tata kelola kemitraan pertambangan berjalan secara transparan, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Apabila ditemukan penyimpangan, penanganannya perlu dilakukan berdasarkan bukti, audit yang objektif, dan mekanisme hukum yang berlaku. Sebaliknya, jika dugaan tersebut tidak terbukti, hasil pemeriksaan yang transparan juga penting untuk memberikan kejelasan kepada publik dan pihak-pihak yang disebut.

Media ini membuka ruang seluas-luasnya bagi PT Timah Tbk, pihak mitra, serta pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan untuk menyampaikan klarifikasi, hak jawab, dan bukti pendukung sesuai ketentuan yang berlaku. (Red/adm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *