oleh

Antrean BBM Mengular di Pangkalpinang, Harga Eceran Diduga Tembus Rp20 Ribu per Liter, Pemerintah Diminta Jangan Tutup Mata

-Berita-44 Dilihat
banner 468x60

PANGKALPINANG MIOnline.Klick — Krisis antrean bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Dalam dua hari terakhir, masyarakat dipaksa mengantre panjang demi mendapatkan BBM, bahkan antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga hampir satu kilometer.

Pantauan di lapangan pada Sabtu (7/3/2026), antrean panjang terlihat di berbagai titik SPBU di Pangkalpinang. Ratusan kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga truk angkutan barang tampak berjejer memadati area SPBU hingga meluber ke badan jalan.

Salah satu lokasi yang paling padat terlihat di SPBU Kampak, di mana antrean kendaraan tampak mengular sejak pagi hari. Bahkan sebagian pengendara mengaku harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan giliran mengisi bahan bakar.

Kondisi serupa juga terjadi di beberapa SPBU lainnya seperti SPBU Semabung, SPBU Pangkalbalam, SPBU Pasar Pagi, serta SPBU Air Hitam. Di titik-titik tersebut, antrean kendaraan tidak hanya memenuhi area SPBU, tetapi juga meluber hingga ke jalan raya sehingga berpotensi mengganggu arus lalu lintas.

Petugas SPBU terlihat berusaha mengatur antrean dengan membuka dua jalur kendaraan sekaligus agar proses pengisian BBM dapat berlangsung lebih cepat. Namun upaya tersebut belum mampu mengurai kepadatan kendaraan yang terus berdatangan.

Sejumlah warga mengaku kondisi ini sangat menyulitkan aktivitas mereka sehari-hari. Tidak sedikit pengendara yang harus mengorbankan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan beberapa liter bahan bakar.

“Sudah dua hari ini antreannya panjang sekali. Kadang sudah antre lama, ternyata BBM habis. Terpaksa pindah ke SPBU lain dan antre lagi dari awal,” keluh seorang pengendara yang ditemui di lokasi.

Di tengah situasi tersebut, muncul persoalan baru yang semakin memicu keresahan masyarakat. Kelangkaan BBM diduga dimanfaatkan oleh sejumlah pedagang eceran untuk menaikkan harga secara tidak wajar.

Berdasarkan informasi yang beredar luas di media sosial, harga BBM di tingkat pengecer bahkan disebut-sebut telah menembus angka Rp20.000 per liter. Harga tersebut jauh melampaui harga resmi di SPBU dan dinilai sangat memberatkan masyarakat.

Fenomena ini memunculkan dugaan adanya praktik permainan distribusi BBM oleh oknum tertentu yang memanfaatkan situasi kelangkaan untuk meraup keuntungan besar.

Sejumlah warga menilai kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah daerah maupun pemerintah pusat diminta segera turun tangan untuk memastikan distribusi BBM berjalan normal dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.

Jika tidak ada langkah tegas, masyarakat khawatir praktik penimbunan hingga penjualan dengan harga tinggi akan semakin marak terjadi di tengah kesulitan masyarakat mendapatkan BBM.

“Pemerintah jangan terlalu menutup mata dengan kondisi ini. Antrean panjang sudah terjadi di mana-mana, harga di pengecer juga sudah melonjak. Harus ada tindakan nyata,” ujar seorang warga Pangkalpinang.

Selain itu, masyarakat juga meminta aparat terkait untuk melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi BBM, termasuk menindak tegas oknum yang diduga bermain dalam rantai distribusi hingga memicu kelangkaan di tingkat masyarakat.

Situasi ini menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah dan pihak terkait. Tanpa langkah cepat dan konkret untuk menormalkan pasokan serta menertibkan distribusi BBM, bukan tidak mungkin krisis antrean dan lonjakan harga di tingkat eceran akan semakin meluas dan semakin membebani masyarakat. (Red/adm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *