oleh

Perairan Bangka Bocor? 10 Ton Timah Diduga Kabur Tanpa Hambatan

-Berita-175 Dilihat
banner 468x60

BANGKA, MIOnline.Klick — Dugaan penyelundupan timah kembali mencuat di wilayah Dusun Tuing, Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka. Sekitar 10 ton timah diduga berhasil diberangkatkan melalui jalur laut pada Senin malam (23/2/2026) sekira pukul 21.00 WIB.

Informasi yang dihimpun redaksi menyebutkan, pengiriman berlangsung relatif lancar. Padahal, kawasan perairan utara Bangka selama ini diklaim berada dalam pengawasan aparat gabungan, termasuk unsur Kepolisian dan pengamanan laut oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut.

Seorang warga yang mengaku sebagai pekerja angkut di lokasi, dan meminta identitasnya dirahasiakan, menuturkan bahwa aktivitas pengiriman malam itu tidak menemui hambatan berarti.

“Barang sudah berangkat, bang. Kami hanya kerja angkut. Soal pengamanan kami tidak tahu. Yang jelas malam itu langsung berlayar,” ujarnya singkat.

Sumber lain menyebutkan, informasi mengenai dugaan penyelundupan sebenarnya telah diterima lebih awal. Namun saat tim tiba di lokasi, kapal yang membawa muatan diduga timah tersebut disebut sudah meninggalkan perairan Tuing.

“Informasinya sekitar jam 8 malam. Tapi ketika kami sampai, barang bukti sudah berlayar. Infonya sekitar 10 ton. Pemiliknya masih kita dalami,” ungkap sumber tersebut.

Sumber itu juga menduga adanya indikasi praktik “86” di lapangan yang melibatkan oknum tertentu, sehingga pengiriman yang menjadi target pemantauan diduga lolos tanpa tindakan.

Jika benar 10 ton timah mentah itu berhasil keluar melalui pesisir Tuing, maka muncul pertanyaan serius terkait efektivitas pengawasan di wilayah tersebut. Mengingat perairan utara Bangka selama ini dikenal sebagai jalur rawan lalu lintas timah ilegal, koordinasi dan patroli laut seharusnya berjalan optimal.

Praktik penyelundupan timah yang terus berulang tidak hanya berpotensi merugikan keuangan negara, tetapi juga memperburuk tata kelola pertambangan di Bangka Belitung yang hingga kini masih menghadapi berbagai persoalan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan keberangkatan 10 ton timah tersebut. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada instansi berwenang.

Kasus ini kembali menjadi sorotan publik dan menambah daftar panjang dugaan penyelundupan timah di wilayah Bangka. Masyarakat pun menanti langkah tegas aparat untuk memastikan hukum benar-benar ditegakkan, tanpa pandang bulu. (Red/Radak 05)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *