oleh

10 Ton Timah Diduga Diselundupkan Lewat Tuing, “Pemain Lama” Kembali Beraksi?

-Berita-87 Dilihat
banner 468x60

BANGKA, MIOnline.klick – Praktik penyelundupan timah kembali mencoreng wajah pertambangan di Kabupaten Bangka. Sekitar 10 ton timah diduga diberangkatkan secara ilegal melalui jalur laut di Dusun Tuing, Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip, Selasa (23/2/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.

Informasi yang dihimpun redaksi menyebutkan, sosok di balik pengiriman tersebut bukan nama baru. Ia disebut-sebut sebagai “pemain lama” yang telah lama menguasai pola distribusi timah ilegal di pesisir utara Bangka, dengan jaringan yang tertata dan pergerakan yang nyaris tanpa hambatan.

Seorang mantan pelaku yang kini tak lagi terlibat, mengungkapkan bahwa aktivitas di Dusun Tuing bukanlah kejutan. Menurutnya, praktik itu sudah berlangsung lama dan dijalankan secara sistematis.

“Kalau di Tuing itu bukan hal baru. Sudah lama. Jalurnya rapi. Orang-orangnya juga itu-itu saja,” ujarnya, meminta identitasnya dirahasiakan.

Ia bahkan menyoroti perubahan waktu pengiriman yang dinilai cukup berani. Biasanya, kata dia, pengapalan dilakukan menjelang subuh untuk meminimalisir pengawasan. Namun kali ini, aktivitas justru berlangsung lebih awal.

“Biasanya kalau keluar itu subuh. Ini baru habis buka puasa, orang tarawih, dia sudah jalan. Hebat, kan?” ucapnya dengan nada menyindir.

Pernyataan tersebut memunculkan dugaan kuat adanya koordinasi yang telah terbangun lama. Tanpa “pengamanan” yang solid dan terstruktur, mustahil muatan sebesar 10 ton bisa melintas tenang dari kawasan pesisir hingga lepas pantai.

Dugaan ini semakin menegaskan bahwa praktik distribusi timah ilegal di Bangka belum benar-benar tersentuh akar persoalan. Polanya berulang, pemainnya disebut sama, jalurnya tetap, dan pengirimannya terus berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait dugaan penyelundupan tersebut. Publik pun kembali mempertanyakan ketegasan penertiban tambang dan distribusi timah ilegal yang seolah hanya ramai sesaat, lalu redup tanpa kejelasan.

Dusun Tuing, Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip kembali menjadi titik panas. Jika benar ini ulah pemain lama, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar potensi kerugian negara, melainkan juga wibawa hukum yang terus diuji oleh praktik-praktik gelap di balik kilau timah Bangka. (Red/Radak05)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *