PANGKALPINANG MIOnline.klick – Dari hasil Investigasi dan penelusuran tim 9 jejak kasus dilapangan mengungkap dugaan pencurian dan pengangkutan tailing dalam jumlah besar dari kawasan eks Gudang Smelter Atang yang berada di Jalan Ketapang TPI, Kota Pangkalpinang. Senin (25/05/2026)
Berdasarkan pantauan Tim 9 Jejak kasus di lapangan, aktivitas pengangkutan material tersebut diduga berlangsung pada siang maupun malam hari menggunakan sejumlah mobil dump truck.
Dalam temuan tersebut, tim 9 jejak kasus menyebut adanya dugaan keterlibatan sejumlah pihak, termasuk oknum anggota Reserse Kriminal Polda Babel berinisial RZ serta beberapa pemuda Air Itam yang disebut bertugas masuk ke area gudang, bernegosiasi dengan penjaga, kemudian mengisi tailing ke dalam karung. Pantauan tersebut dilakukan pada Senin (25/5).
Informasi yang dihimpun tim 9 jejak kasus dilapangan menyebutkan, persoalan ini bermula dari dugaan aksi pencurian tailing yang dilakukan sejumlah pemuda di kawasan eks gudang smelter tersebut.
Namun, menurut sumber yang diperoleh tim 9 jejak kasus, oknum aparat yang mengetahui aktivitas tersebut diduga tidak melakukan penindakan, melainkan mengajak para pelaku bekerja sama dalam pengangkutan material tailing.
Sejumlah nama yang disebut dalam informasi tersebut antara lain FB, IL, ST, dan SLM. Mereka diduga masuk melalui pagar tembok belakang gudang sambil memikul material tailing yang diambil dari dalam lokasi.
Menurut sumber, kesepakatan kerja sama tersebut terjadi di pinggir jalan menuju Jembatan Mas pada Minggu (24/5) sore.
“Diel kite bagi due atau belah semangka ok, kawan Airitam sebelahnya potong operasional 10 juta ke upah ngarung, mobil dan rokok ape segala macam ok,” ujar sumber yang menirukan percakapan yang diduga disampaikan RZ.
Pada malam harinya, kerja sama tersebut diduga langsung berjalan. Tiga unit dump truck dan satu mobil box disebut keluar dari lokasi menuju kawasan Selindung untuk menjual material tailing tersebut.
Tim9 jejak kasus juga memperoleh informasi mengenai dugaan keterlibatan seorang oknum anggota Brimob berinisial AZ, warga Temberan, yang disebut selama ini turut membackup aktivitas tersebut serta menikmati hasilnya.
Saat ditemui tim di kediamannya dan melalui komunikasi WhatsApp pada Jumat (29/5), AZ membantah tudingan tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti aktivitas yang dimaksud dan memilih fokus mengurus keluarganya.”
Di sisi lain, akun TikTok Adje Korombay mengungkapkan bahwa personel Polsek Bukit Intan baru-baru ini mengamankan lima orang yang diduga sedang melakukan pencurian tailing di dalam gudang tersebut.
Pengamanan dilakukan setelah muncul kecurigaan akibat seringnya kendaraan dump truck keluar masuk dari area gudang.
Meski demikian, hingga kini belum ada informasi mengenai penetapan tersangka dalam kasus tersebut.
Berdasarkan pantauan dari tim 9 jejak kasus, modus operandi yang diduga digunakan adalah sejumlah orang terlebih dahulu masuk ke dalam gudang untuk mengisi tailing ke dalam karung. Setelah itu kendaraan masuk ke lokasi untuk memuat karung-karung tersebut dan membawanya keluar pada malam hari.
Salah satu nama yang disebut turut berada di dalam lokasi adalah Rendi, warga Desa Jeriji. Ia disebut ikut mengisi tailing ke dalam karung sebelum material tersebut diangkut keluar menggunakan kendaraan.
Sebelumnya, tim 9 jejak kasus mengaku telah menerima informasi bahwa tailing dari lokasi tersebut kerap keluar secara berkala. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti oleh tim Satuan Lapangan (Satlap) yang melakukan pemantauan langsung pada malam hari.
Dari hasil pemantauan, setiap pihak yang masuk ke area gudang disebut harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan penjaga malam bernama An Akew dan Dion.
Saat dikonfirmasi terkait aktivitas keluar masuk kendaraan dari area gudang, An Akew membantah terlibat maupun mengetahui secara rinci aktivitas tersebut.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memerintahkan siapa pun untuk membawa material dari dalam gudang dan mempersilakan pihak mana pun untuk melaporkan apabila menemukan pelanggaran hukum.
Menurut pengakuannya, sejumlah pihak masuk ke dalam lokasi tanpa sepengetahuannya, bahkan ada yang diduga memotong rantai pengaman untuk masuk ke area gudang.
Tim 9 jejak kasus juga menyoroti aktivitas kendaraan yang diduga keluar dari dalam gudang pada dini hari. Salah satunya disebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, ketika sebuah dump truck bermuatan keluar dari lokasi dan dikawal kendaraan bertuliskan “Presisi” di bagian belakangnya.
Sementara itu, sumber lain berinisial DS mengungkapkan bahwa pada Kamis, 7 Mei 2026, tim aset Kejaksaan Negeri Pangkalpinang pernah mengamankan satu sopir dan satu kenek yang diduga terkait pengangkutan tailing dari lokasi tersebut. Namun hingga kini belum diketahui perkembangan lebih lanjut dari penanganan perkara tersebut.
“Kami hanya monitor ke mana saja semua barang tailing itu bang,” ujar DS kepada awak media, Selasa (3/6).
Tim 9 jejak kasus juga mempertanyakan dugaan keterlibatan sejumlah pihak lain setelah tim melihat sebuah mobil Honda Jazz berwarna merah keluar dari area gudang bersamaan dengan dump truck yang membawa muatan tailing.
Atas berbagai temuan tersebut, Tim 9 jejak kasus Babel melalui menyatakan akan membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi dengan meminta perhatian dan audit dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Menurutnya, meskipun material tailing yang berada di lokasi disebut sudah habis dan hingga kini belum ada laporan resmi yang jelas mengenai penanganannya, pihaknya tetap meminta agar seluruh rangkaian peristiwa tersebut ditelusuri secara menyeluruh.
Hingga berita ini diterbitkan, kasus dugaan pencurian dan pengangkutan tailing dari eks Gudang Smelter Atang masih belum menemui titik terang. Sejumlah nama dan pihak yang disebut dalam informasi yang beredar juga belum memberikan keterangan resmi secara lengkap terkait berbagai dugaan yang muncul dalam kasus tersebut. (Red/adm)


















Komentar