oleh

Distribusi Solar SPBN TPI Ketapang Milik Haji M Diduga Diselewengkan ke Tambang Timah, Warga Murka: “Nelayan Jadi Korban”

-Berita-21 Dilihat
banner 468x60

BANGKA BELITUNG MIOnline.klick — Dugaan permainan dalam pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di SPBN Ketapang memicu kecaman dan kemarahan publik. Praktik yang diduga telah berlangsung lama itu disebut melibatkan distribusi solar subsidi nelayan ke aktivitas pertambangan timah di wilayah Tanjung bunga dan Sampur. Sabtu (24/05/2026)

Tim 9 Jejak kasus di lapangan mendapati satu unit mobil pikap warna hitam dengan nomor polisi BN 8606 XA yang diduga digunakan untuk mengangkut BBM jenis solar dari SPBN Ketapang. Informasi yang dihimpun menyebutkan kendaraan tersebut dikemudikan oleh seorang pria bernama Ridho, sementara pemilik usaha disebut berinisial Haji M.

Yang menjadi sorotan masyarakat, Haji M disebut-sebut tidak pernah tersentuh proses hukum meski namanya kerap dikaitkan dalam aktivitas distribusi solar subsidi tersebut.

“Tidak tersentuh hukum karena diduga ada kolaborasi dengan oknum setempat terkait permainan BBM ini,” ungkap salah satu sumber terpercaya di lapangan yang enggan disebutkan identitasnya.

Menurut keterangan warga dan sumber di lokasi, aktivitas distribusi solar subsidi itu sudah berlangsung cukup lama dan dilakukan secara terang-terangan.

“Sudah lama berjalan, Pak. Solar itu diangkut pakai dirigen ukuran 20 liter menggunakan mobil pikap,” ujar seorang warga dengan nada kesal.

Masyarakat menilai penyalahgunaan BBM subsidi nelayan untuk kepentingan tambang komersial sangat merugikan para nelayan kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas melaut.

“Bagaimana nelayan bisa kebagian kalau minyak yang diperuntukkan bagi nelayan malah disalurkan ke penambang,” tambah warga lainnya.

Pengalihan BBM subsidi jenis solar dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) kepada pihak pertambangan dinilai sebagai bentuk penyelewengan yang berpotensi melanggar hukum serta memicu kelangkaan BBM bagi masyarakat pesisir.

Saat dikonfirmasi via telepon terkait dugaan keterlibatannya dalam permainan BBM subsidi jenis solar yang berada di SPBN TPI yang diperuntukkan bagi nelayan, Haji M tidak membantah adanya keterlibatan tersebut.

“Iya pak, memang benar. Itu foto lama pak, dan anak saya juga sudah ditangkap serta diamankan pihak Oleh pihak berwajib,” ungkap Haji M saat memberikan klarifikasi.

Ketika disinggung mengenai penangkapan anaknya yang disebut-sebut tidak berkaitan dengan dugaan permainan distribusi solar di SPBN TPI Ketapang.

“Anak pak haji kasusnya beda, bukan yang di TPI,” ujar media ini saat meminta klarifikasi.

Namun, alih-alih memberikan penjelasan terbuka dan tegas, Haji M hanya menjawab singkat dengan nada datar.

“Ya pak,” ucapnya pendek.

Jawaban tersebut dinilai tidak memberikan kejelasan substansial terhadap pertanyaan yang diajukan. Sikap irit bicara itu justru memunculkan kesan menghindari penjelasan lebih jauh terkait dugaan keterkaitan antara persoalan hukum yang menyeret anaknya dengan polemik distribusi solar di SPBN TPI Ketapang yang kini menjadi sorotan publik.

Warga pun meminta aparat penegak hukum tidak menutup mata atas dugaan praktik tersebut.

“Kami minta aparat jangan buta dan tuli, Jangan masyarakat kecil yang terus jadi korban karena saat melaut malah tidak kebagian solar,” tegas seorang warga kepada tim media ini.

Menurut masyarakat, praktik pelangsiran BBM subsidi di kawasan tersebut bukan lagi rahasia umum. Kondisi itu dianggap mencederai rasa keadilan, terutama bagi masyarakat kecil yang kesulitan memperoleh BBM untuk kebutuhan sehari-hari.

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, khususnya pihak kepolisian dan instansi terkait, agar segera melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan penyelewengan distribusi solar subsidi di SPBN Ketapang.

“Kalau ini terus dibiarkan, masyarakat kecil yang dirugikan. Kami minta aparat jangan tutup mata,” ujar warga lainnya dengan Nada kesal. (Red/adm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *