oleh

Jelang Iduladha, Pemkot Pangkalpinang Bergerak Cepat Tekan Lonjakan Harga Pangan

-Berita-163 Dilihat
banner 468x60

PANGKALPINANG, MIOnline.klick – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Pangkalpinang mulai bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok yang mulai terasa di pasaran. Melalui peluncuran Gerakan Kerito Surong Ketapang, Rabu (20/5/2026), Pemkot bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) turun langsung memperketat pengawasan harga dan distribusi pangan.

Program tersebut diresmikan langsung oleh Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisnasebagai langkah nyata menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Iduladha.

Tak sekadar seremoni, peluncuran program langsung diikuti rapat koordinasi TPID dan inspeksi lapangan ke sejumlah pasar tradisional. Pemerintah ingin memastikan pasokan pangan tetap aman dan harga tidak melonjak liar yang dapat membebani masyarakat.

Dari hasil pemantauan awal, sejumlah komoditas mulai menunjukkan kenaikan harga, terutama cabai dan daging yang menjadi kebutuhan utama menjelang hari raya kurban.

“Beberapa komoditas sudah mulai naik seperti cabai dan daging. Kita juga memantau harga beras, minyak goreng, serta distribusi bahan pangan di lapangan,” ujar Dessy.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemkot Pangkalpinang. Pemerintah tidak ingin momentum Iduladha justru dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk memainkan harga maupun menghambat distribusi bahan pokok.

Dessy menegaskan, pengendalian inflasi saat ini menjadi agenda penting pemerintah daerah setelah adanya arahan langsung dari pemerintah pusat melalui Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Dalam Negeri terkait pengendalian inflasi daerah.

Untuk menekan gejolak harga, Pemkot Pangkalpinang menerapkan strategi 4K, yakni menjaga keterjangkauan harga, memastikan ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, dan memperkuat komunikasi efektif antarinstansi.

Selain melakukan pengawasan pasar, pemerintah juga menggencarkan operasi pasar murah dan Gerakan Pangan Murah agar masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

Pemkot juga mulai memperkuat pengawasan distribusi dari distributor hingga pedagang pasar guna mencegah terjadinya penumpukan stok maupun permainan harga yang dapat memicu inflasi.

“Kita ingin masyarakat tetap tenang menjelang Iduladha. Pemerintah hadir memastikan stok tersedia dan harga tetap terkendali,” tegasnya.

Upaya yang dilakukan TPID Pangkalpinang sejauh ini mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data terbaru, tingkat inflasi Kota Pangkalpinang tercatat hanya berada di angka 0,76 persen dan menjadi yang terendah kedua dari 96 kota di Indonesia.

Capaian itu dinilai menjadi indikator kuat bahwa pengendalian harga dan distribusi pangan di Pangkalpinang berjalan cukup efektif dibanding tahun sebelumnya yang sempat menyentuh angka sekitar 2,5 persen.

“Inflasi kita turun cukup signifikan dibanding tahun lalu. Ini menunjukkan langkah pengendalian yang dilakukan berjalan efektif,” kata Dessy.

Meski demikian, Pemkot memastikan pengawasan tidak akan berhenti sampai di sini. Pemantauan pasar dan distribusi pangan akan terus diperketat hingga puncak perayaan Iduladha guna mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat.

Pemerintah berharap sinergi antara TPID, distributor, pedagang, dan seluruh pihak terkait terus diperkuat agar kestabilan harga pangan tetap terjaga dan masyarakat dapat merayakan Iduladha dengan tenang tanpa dibayangi kenaikan harga kebutuhan pokok. (Red/adm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *